Minggu, 12 Agustus 2018

M E N T A R I  D A N  J A N J I

                                                          Ranukumbolo

" Mentari tak pernah sekalipun ingkar pada janji, ia selalu hadir untuk memberi harapan di pagi hari"
- Paminto -

Selamat pagi semesta, apa kau masih disana dengan rasa yang sama dan untuk orang yang sama? jika iya, kau tak lebih dari kayu yang rela membakar diri hanya demi kehangatan insan yang dicintai. Lagi-lagi tentang cinta? satu kebodohan yang diselimuti keeleganan pengorbanan, ahh semesta... sungguh kau guguran-guguran kesedihan.

Duhai semesta yang agung, lihatlah matahari, cahaya sucinya tak pernah ternoda oleh kebohongan cinta, karena sejatinya cinta suci itu bersemayam pada hati yang sedikitpun tak pernah mengharapkan cinta. Apa kau tahu apa yang indah dari mentari? iya, janjinya yang tak pernah ingkar untuk datang dari timur, walau malam tiba ia tetap rela bersinar meski yang disanjung adalah bulan. Ialah semurni-murninya pengorbanan, dan yang pasti bukan tentang pengorbanan kesia-siaan.

Pagi ini ia membawa harapan baru, bagi para pujangga yang hancur karena cinta, sorot sinarnya seakan merasuk dalam darah dan membuat kepingan-kepingan merah itu bersinar. Saatnya menjadi barat yang berpaling jauh dari timur, berpaling sejauh-jauhnya dari cinta yang telah menjadikanmu serpihan asa.


                                      tengah jalan, 13 Agustus 2018


Sabtu, 11 Agustus 2018

T E N T A N G  H I L A N G

                                                          Paralayang

"Demikianlah perempuan, dia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya, walaupun kecil, dan dia lupa kekejamannya sendiri kepada orang lain walaupun bagaimana besarnya." -zainuddin-

Tuhan menciptakan cinta dengan ornamen - ornamen indahnya layaknya surga yang tergambarkan, bentang rumput hijau, tenang sungai susu yang mengalir dan sepoi angin yang menyejukkan. Tuhan juga menciptakan kehilangan layaknya bumi dan kehidupannya, lebih banyak pedih yang dirasa, kefanaan yang hampa, terbentuk dari sendi-sendi pengharapan yang tak kunjung ternyatakan.

Cinta itu menghidupkan namun ia juga mematikan, mematikan hati hati yang hancur karena pengharapan tulusnya, cinta itu sejatinya melemahkan yang menguatkan itu kehilangannya, cinta seperti bunga cantik yang terpatahkan oleh tangan gadis, setelah ia cium semerbak harumnya tak ada lagi yang dilakukannya selain menghempaskan kuntum itu ke bumi, hilang sudah pengharapan untuk kembali elok, namun kehilangan menjelma menjadi biji yang terurai, memiliki nyawa untuk menghidupkan meski masih membutuhkan waktu dan hujan, ia yakin akan semai menjadi kuntum kembali setidaknya dengan pengharapan yang tak pernah padam.


            

                                   tempat terteduh, 12 Agustus 2018

S u r e l 1

Jangan Menipu Allah Pict by @malikinazarudin           Pagi ini aku terbangun pukul 3 pagi nai, dan segera mungkin ku cari telfo...