Sabtu, 11 Agustus 2018

T E N T A N G  H I L A N G

                                                          Paralayang

"Demikianlah perempuan, dia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya, walaupun kecil, dan dia lupa kekejamannya sendiri kepada orang lain walaupun bagaimana besarnya." -zainuddin-

Tuhan menciptakan cinta dengan ornamen - ornamen indahnya layaknya surga yang tergambarkan, bentang rumput hijau, tenang sungai susu yang mengalir dan sepoi angin yang menyejukkan. Tuhan juga menciptakan kehilangan layaknya bumi dan kehidupannya, lebih banyak pedih yang dirasa, kefanaan yang hampa, terbentuk dari sendi-sendi pengharapan yang tak kunjung ternyatakan.

Cinta itu menghidupkan namun ia juga mematikan, mematikan hati hati yang hancur karena pengharapan tulusnya, cinta itu sejatinya melemahkan yang menguatkan itu kehilangannya, cinta seperti bunga cantik yang terpatahkan oleh tangan gadis, setelah ia cium semerbak harumnya tak ada lagi yang dilakukannya selain menghempaskan kuntum itu ke bumi, hilang sudah pengharapan untuk kembali elok, namun kehilangan menjelma menjadi biji yang terurai, memiliki nyawa untuk menghidupkan meski masih membutuhkan waktu dan hujan, ia yakin akan semai menjadi kuntum kembali setidaknya dengan pengharapan yang tak pernah padam.


            

                                   tempat terteduh, 12 Agustus 2018

2 komentar:

S u r e l 1

Jangan Menipu Allah Pict by @malikinazarudin           Pagi ini aku terbangun pukul 3 pagi nai, dan segera mungkin ku cari telfo...